Fase Reli TINS Melonjak 90%, Ini Rekomendasi Analis

Fase Reli TINS Melonjak 90%, Ini Rekomendasi Analis

Berita terbaru hadir untuk Anda. Mengenai Fase Reli TINS Melonjak 90%, Ini Rekomendasi Analis, berikut adalah data yang berhasil kami rangkum dari lapangan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Penguatan Saham PT Timah Tbk. (TINS) di Tengah Ekspektasi Kenaikan Harga Timah

Saham emiten tambang Grup MIND ID, PT Timah Tbk. (TINS), mengalami penguatan signifikan dalam sebulan terakhir. Hal ini terjadi di tengah harapan kenaikan harga timah dan peningkatan produksi yang lebih baik.

Berdasarkan data dari sumber internal, saham TINS ditutup pada posisi naik 18,39% ke level Rp1.900 per saham pada perdagangan Rabu (1/10/2025). Angka ini mencerminkan penutupan tertinggi saham TINS dalam setahun terakhir. Lonjakan harga saham ini merupakan kelanjutan dari tren penguatan yang dimulai sejak 22 September 2025. Dengan demikian, saham TINS telah meningkat sebesar 90% dalam waktu sebulan.

Prospek yang Beragam untuk Saham TINS

Tim Riset Ina Sekuritas menyatakan bahwa saham TINS pada tahun 2025 menghadapi prospek yang beragam. Mereka menilai bahwa kenaikan harga timah dan peningkatan produksi akan mendukung pendapatan perusahaan. Namun, kenaikan biaya dan royalti yang progresif dapat memberikan tekanan pada profitabilitas.

Ina Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk saham TINS dengan target harga di level Rp1.400 per saham. Peluang pertumbuhan TINS didukung oleh visibilitas produksi yang lebih kuat, harga timah yang menguntungkan, serta peningkatan efisiensi operasional. Meskipun demikian, risiko tetap ada, seperti regulasi yang mungkin berubah, volatilitas pasar, gangguan cuaca, dan inflasi biaya.

Rekomendasi Analis Lainnya

Analis Sinarmas Sekuritas, Inav Haria Chandra dan Kenny Shan, juga mempertahankan rekomendasi beli untuk saham PT Timah Tbk. Mereka menetapkan target harga sebesar Rp1.800 per saham. Meskipun terdapat hambatan pendapatan jangka pendek, analis ini tetap mendukung saham TINS karena fundamental pasar timah yang kuat. Selain itu, potensi peningkatan dari kuota rencana kerja dan anggaran yang lebih tinggi serta peningkatan leverage operasional dalam jangka menengah menjadi faktor pendukung utama.

Namun, terdapat beberapa risiko yang harus diperhatikan, termasuk penegakan peraturan yang lebih longgar, harga timah yang lebih lemah, gangguan produksi akibat cuaca, serta kenaikan biaya operasional yang tidak terduga.

Potensi Pertumbuhan Jangka Panjang

Analis Sucor Sekuritas, Andreas Yordan Tarigan, menilai bahwa saham TINS memiliki potensi signifikan yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Ia menawarkan potensi keuntungan yang substansial bagi investor.

Andreas memproyeksikan bahwa produksi TINS akan tumbuh dengan CAGR (Compound Annual Growth Rate) sebesar 7% selama periode 2024-2026. Proyeksi ini didorong oleh fokus manajemen pada peningkatan operasional, peningkatan efisiensi penambangan, serta pemanfaatan penuh kuota rencana kerja dan anggaran.

Kesimpulan dan Peringatan

Meskipun saham TINS menunjukkan pertumbuhan yang pesat dan prospek yang menjanjikan, investor tetap perlu mempertimbangkan berbagai faktor risiko yang mungkin memengaruhi kinerja saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca, dan segala risiko yang muncul adalah tanggung jawab individu.

Kesimpulan: Demikian informasi mengenai Fase Reli TINS Melonjak 90%, Ini Rekomendasi Analis. Semoga menambah wawasan Anda hari ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar